29.4 C
Indonesia
Saturday, September 23, 2023
spot_img

Walikota Batam Anjurkan Sosialisasi Undang-Undang 21/2019 Untuk Balai Karantina Pertanian

Batam, Rajawalimedia.net Walikota Batam menganjurkan kepada

Balai Karantina Pertanian mengsosialisasi Sosialisasi UU 21/2019 saat acara soal undang-undang karantina. Kamis (14/2/21) di Nagoya.

Muhammad Rudi saat membuka secara resmi sosialisasi UU 21/2019 , digelar oleh Kementerian Pertanian di Nagoya Hill Hotel, Kamis (11/2/21).
Saat acara di Nagoya Hill Batam, para peserta Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam menyosialisasikan UU 21/2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, yang digelar di Nagoya Hill Hotel, Kamis (11/2/21).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam Joni Anwar mengatakan, “UU 21/2019 merupakan perubahan dari UU 16/1992. Aturan tersebut sebagai upaya pemerintah, mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan maupun tumbuhan. UU baru ini mengatur dan mengakomodir perubahan laju arus perdagangan antar negara. Aturan ini harusnya disosialisasikan awal 2020, tapi karena pandemi baru disosialisasikan awal 2021,” katanya.

Iklan pimmum

Joni menambahkan, bahwa “Sosialiasi aturan tersebut sangat penting. Karena, Batam salah satu wilayah yang memiliki topografi dan dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dengan wilayah yang dekat dengan negara tetangga, punya potensi masuknya hama hewan.
Sinergi sangat kita perlukan, kami juga mengharapkan kerja sama antar instansi, agar aturan ini dapat dijalani dan dilakukan bersama-sama,” kata dia lagi

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama, dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian Karsad, menjelaskan, sosialisai tersebut sudah digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk awal tahun ini, baru Batam dan akan menyusul daerah lain di Kepri. Walikota berharap, dengan aturan tersebut, pemerintah mampu mencegah masuknya hama penyakit.

Beliau mengungkapkan, “Ada 121 jenis hama penyakit yang perlu dicegah dan hampir 700 organisme pengganggu tumbuhan, yang juga harus dicegah. Setiap pesisirnya di Batam berpotensi masuk, lewat jalur ilegal. itu tantangan alam. Mencegah itu, Karantina tak bisa sendiri,” kata Karsad.

Baca juga : PJ Bupati Sidoarjo Tegur Camat Yang Mengalokasikan Dana PIWK Di Triwulan II

Sementara, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, berharap “Dengan adanya sosialiasi tersebut, para importir maupun eksportir di Batam memahami regulasi terbaru tersebut. Ia menekankan, regulasi yang ada bukan untuk mempersulit para pengusaha, melainkan demi menjaga agar penyakit atau wabah pada hewan dan tumbuhan tidak masuk ke Indonesia, khususnya Batam.

Jadi, apapun yang masuk ke Batam dan keluar dari Batam betul betul bersih, dan bebas dari penyakit,” ujar Rudi usai membuka secara resmi sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Pertanian tersebut.

Rudi juga meminta, para pengusaha mematuhi aturan yang ada agar tidak terjadi hal negatif di kemudian hari. Beliau optimistis dengan adanya aturan tersebut, semua akan tertata dan produk yang masuk dan keluar akan lebih sehat.
“Perlu diingatkan, kalau nanti terjadi kesalahan, untuk meluruskannya lagi akan sangat susah. Ada nanti makanan atau tumbuhan yang berpenyakit, kalau sudah masuk, isunya akan beredar. Sehingga pencegahan lebih baik,” menurut Rudi. (Jf.Btm)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,234FansLike
1,345FollowersFollow
3,234FollowersFollow
2,234FollowersFollow
2,000SubscribersSubscribe
- IKLAN -spot_img
- IKLAN -spot_img
- IKLAN -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!