Surabaya, Rajawalimedia.net – Organisasi Masyarakat Dewan Pimpinan Daerah DPD Jawa Timur Garuda Kencana Nusantara Indonesia, GKNI mendukung penuh terkait Al-‘Alim al-‘Allamah asy-Syekh Haji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi’i atau lebih dikenal dengan nama Syaikhona Kholil atau Syekh Kholil adalah seorang Ulama kharismatik dari Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kelahiran: Desember 1820, Kemayoran
Meninggal: Desember 1925, Mertajasah
Tempat pemakaman: Makam Mbah Kholil Bangkalan, sebagai Pahlawan Nasional, Meskipun beliau tidak turut serta dalam Medan perang masa revolusi kemerdekaan Republik Indonesia jasanya tidak bisa ternilai Khususnya Masyarakat Madura serta Bangsa Negara ini.
Dalam catatan sejarah
Syekh Kholil pernah ditangkap oleh Belanda karena dituduh melindungi beberapa orang yang terlibat perlawanan terhadap kolonial di pondok pesantrennya. Pada saat ditangkapnya Syekh Kholil, terjadi hal aneh yang tidak bisa mereka mengerti. Seperti tidak bisa dikuncinya pintu penjara, sehingga membuat mereka harus berjaga penuh agar tahanan tidak melarikan diri.
Banyak orang yang berdatangan untuk menjenguk Syekh Kholil dan memberi makanan, bahkan sampai banyak orang yang meminta ingin ikut ditahan bersamanya. Kejadian tersebut membuat pihak belanda untuk merelakan Syekh Kholil dibebaskan.
Baca juga :Â Dukung Program Bangkit 2021, LaNyalla: Utamakan Platform Karya Anak Negeri
Ir. Didik Muadi Ketua GKNI DPD JATIM menerangkan dalam rapat pembentukan team dukungan, “bahwa kyai Kholil adalah guru bangsa telah melahirkan para santri dan pengikutnya menjadi toko Nasional seperti Kyai Wachid Hasyim dan Soekarno Presiden RI Pertama dengan harapan beliau bisa di angkat menjadi Pahlawan Nasional sebisa mungkin sebelum Hari Pahlawan pada bulan November mendatang.”
Bertempat jalan Banyu Urip nomor 74 Kafe Jangkrik Surabaya rapat pembentukan Panitia Pendukung Kyai Kholil dihadiri 28 perwakilan Dewan Pimpinan Cabang wilayah Jawa Timur dan Press release ke awak media.
Masih Ketua GKNI didampingi oleh Sekretaris M Tohir dan Bendara Feny menambahkan, “Program pertama penguatan Ekonomi dengan membentuk koperasi dan UMKM.”
M Tohir Sekretaris Daerah menuturkan, “Saya sangat mendukung sepenuhnya saichona cholil untuk menjadi pahlawan nasional karena beliu merupakan guru maha guru salah satu ulamak indonesia hususnya madura dan jawa diantaranya kh hasyim asyari dan kh as’ad samsul arifin dan lain-lain. Dan beliu juga pernah di tahan oleh belanda kerena di duga melawan belanda pada zamannya, di kerenakan pondoknya menjadi tempat persinggahan para pejuang kemerdekaan, maka dari itu sangat wajar syaicona cholil mendapat gelar pahlawan nasional”. Tutupnya (sat/man)